Perbanyakan Mawar dengan Cara Okulasi Mata Berkayu (Chip Budding)

Perbanyakan Mawar dengan Cara Okulasi Mata Berkayu (Chip Budding)

mawar
ingin membeli bibit pohon mawar silahkan tlp/sms ke 085311196747
Perbanyakan mawar secara konvensional dilakukan dengan cara okulasi mata tunasyang bisa dilakukan setelah batang bawah berumur empat bulan pada saat kulit batang bawahmudah dikelupas karena pada saat tersebut sel-sel tanaman dan sel-sel kambium sedangdalam keadaan aktif.. Teknik perbanyakan mawar dengan cara okulasi mata tunas berkayu

(chip budding) dapat dilakukan dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan okulasi biasa karena tidak harus menunggu batang bawah mudah dikelupas. Pada teknik okulasi mata berkayu dapat dilakukan pada batang bawah hasil stek secara langsung (belum berakar)ataupun hasil stek setelah ditanam selama empat minggu yang sudah mempunyai akar.Menurut IPTEK Hortikultura (2005) teknik perbanyakan mawar dengan cara okulasi mata berkayu (chip budding) dapat dilakukan melalui prosedur sebagai berikut :1. Persiapan Media

Menyiapkan media untuk pertanaman bawah yangdimasukkan ke dalam polybag ukuran 10-12 cm.Media dapat berupa tanah atau tanah dengan capuranarang sekam dan kompos.2. Persiapan batang bawah

Ambil batang mawar pagar yang cukup tua dan buang daunnya

Potong bagian pucuk dari 1/3 batang lalu buang

Tanam bagian bawah dengan panjang �15 cm3. Persiapan batang atas/entres

Siapkan tangkai bunga mawar saat bunga sedang mekar dari varietas mawar lain yangdiingkan untuk di graffting.

Buang semua daun dan bunga4. Pelaksanaan okulasi mata berkayu

Siapkan stek batang bawah
Gb 1. Persiapan batang bawahdan media dalam polybagGb 2. Tangkai bunga yang siapdiambil entrisna


Buang duri di sekitar batang yang akan diokulasi lalu bersihkan dan buat keratanuntuk batas okulasi bagian bawah

Buat irisan diatas keratan ke arah bawah dengan mengikuti sedikit jaringan kayu,arahkan pisau hingga irisan berakhir pada keratan. Irisan berukuran kira-kira denganlebar 4-5 mm, panjang 1,5-2 cm, dan tebal 1-2 mm.

Ambil batang atas sebagai sumber entres. Buat irisan beserta kayunya berupakepingan mata tunas terletak di tengah-tengah irisan dengan ukuran yang sama sepertiirisan batang bawah.

Tempelkan kepingan mata tunas berkayu (entres) ke celah yang dibuat pada batang bawah.

Ikat mata tunas yang telah disisipkan ke batang bawah dengan menggunakan parafilmatau tali rafia.

Simpan bibit dibawah naungan dan setelah tumbuh tunas dari tempelan (10-14 hari)tunas dipotong �2cm diatas mata tempel.
Perbanyakan Mawar
Pemeliharaan Bibit Okulasi
Kegiatan pokok pemeliharaan bibi okulasi antara lain adalah sebagai berikut(Rukmana, 1995) :a)

Penyiraman secara kontinyu agar tanah (medium tumbuh) tidak kekeringan.Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. b)

Pemupukan 1-3 bulan sekali dengan campuran pupuk urea, TSP dan KCL (2:1:1) atau NPK (15-15-15) sebanyak 10-30 gram dilarutkan dalam 1 liter air. Larutan pupuktersebut diberikan dengan cara disiram atau dikocorkan kedalam medium tumbuhsebanyak 300cc-500cc larutan per tanaman.c)

Pemotongan ujung batang bawah tepat diatas bidang okulasi, setelah mata entrestumbuh berdaun 205 helai. Pemotongan dilakukan secara bertahap, mula-mula
Gb 5. Bibit hasil okulasi di naunganGb 6. Tempelan matatunas diiikat

Gb 7. Tunas dipotong 2 cm diatasmata tunas

setengah bagian batang dambil direbahkan, kemudian selang 1-3 bulan dipotongseluruhnya.
Perbanyakan Mawar Secara Stenting (Stek dan Graftingsetengah bagian batang dambil direbahkan, kemudian selang 1-3 bulan dipotongseluruhnya.


Perbanyakan Mawar Secara Stenting (Stek dan Grafting)

Pada perbanyakan stenting yakni perbanyakan menggunakan teknik setek dan teknikgrafting yang dilakukan secara bersamaan merupakan cara perbanyakan yang lebih efisisendilakukan oleh pengusaha benih mawar pada umumnya diluar negeri. Teknik ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya ialah lebih cepat dilakukan perbanyakan, karena pada saat penyambungan tidak menunggu batang bawah berakar terlebih dahulu, menggunakan bahantanam yang lebih sedikit (satu mata tunas + daun dari batang atas dan satu ruas batang bawahtanpa daun), sehingga pada saat tanaman ditanam di lapang tidak tumbuh tunas liar dari batang bawah, yang akhirnya akan dapat meringankan biaya pemeliharaan.Penggunaan mata berdaun pada teknik
stenting
ini memerlukan penanganan khususuntuk menghindari kelayuan sampai bertautnya kambium serta tumbuhnya akar dan tunas.Untuk menjamin keperluan tersebut, maka disekeliling daun harus dipertahankan agarselaludalam keadaan lembab. Cara yang banyak dilakukan untuk mempertinggi kelembaban iniyaitu dengan pengkabutan secara periodik (intermitten misting). Dengan teknik ini memberilapisan air pada permukaan daun danbatang, merendahkan suhu dan meningkatkankelembaban sekitar daun, sehingga akan mengurangi laju respirasi dan transpirasi.Keberhasilan penyambungan sebagian besar disebabkan hubungan kambium yang rapatdarikedua tanaman (batang bawah dan batang atas) yang disambungkan atau terjadinya pertautan/jalinan meristematik antara keduanya (Darliah,2008).Prosedur Kerja Perbanyakan Secara Stenting yaitu(Darliah,2008)
:
1. Sebagian batang bawah dapatdigunakan mawar pagar (R. multiflora) atau Multic, terdiridari 1-2 ruasdengan panjang � 5 cm.

2. Batang atas terdiri dari yang dipotong� 1 cm di atas mata tunas.

3. Batang atas dan batang bawah dikeratdengan pisau/cutter, sehingga membentuk sudut 30
o
.4. Batang atas dan batang bawahdisambungkan satu sama lain denganpenjepit untukmenjemur pakaian atauparafilm.5. Media tanam yang dipakai yaitu arangsekam atau campuran arang sekam dankompos daun bambu (1:1).6. Penanaman dilakukan dengan jaraktanam 10 cm x 10 cm7. Selanjutnya tanaman ditempatkandalam rumah plastik atau rumah kacayang cahayanyadikurangi denganpemasangan paranet 55%.

8. Periode pengkabutan diatur setiap 8menit kabut keluar selama 10 detik.
Pemeliharaan Tanaman Mawar
1.

PenyianganKegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengandibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Penyiangan sebulan sekali(tergantung pertumbuhan gulma), dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secarahati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantukored/cangkul.2.

PemupukanJenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5, bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5.Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga, sedang berbunga, dan setelahkuntum bunga layu. Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dandangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman, kemudian ditutupdengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah. Pengairan dan Penyiraman3. Pengairan dan penyiraman dilakukan:


a) Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secarakontinu tiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atautergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media). b) Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari, saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi.c) Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu ember(gembor).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS JENIS AGLONEMA TERBARU (CATALOG AGLONEMA)

Tanaman Hias Jenis Dan Varietas Adenium

CARA BUDIDAYA MEMPERBANYAK AGLONEMA